Text
Memahami Alqur'an Menjelajah Islam : Mengenang Sejarah MTQ
Apakah mereka hendak menganut selain ajaran tunduk kepada Allah | din
Allah, “Agama Allah” )?! Padahal telah pasrah (aslama) kepada-Nya mereka yang ada diseluruh langit dan bumi, dengan taat ataupun terpaksa.
Katakan (Muhammad), “Kami beriman kepada Allah dan kepada ajaran
yang diturunkan kepada kami, serta kepada ajaran yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishag, Ya'gub, al-asbath (Nabi-Nabi Bani Israil), juga kepada ajaran yang diberikan kepada Musa dan 'Isa dan para Nabi yang lain dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan antara seorangpun dari mereka, dan kami semua pasrah (muslim ) kepada-Nya.”
Barangsiapa menganut suatu din (ajaran ketundukan) selain al-isIam (ajaran pasrah kepada Allah) maka tidak akan diterima daripadanya, dan dia itu di Akhirat termasuk golongan yang menyesal (merugi) (A. 3:83-85).
Dari tiga ayat suci di atas jelas sekali bahwa yang dimaksud dengan “Islam” atau lebih tepatnya sebagai istilah dengan makna generiknya, al-islam, ialah sikap tunduk-patuh dan taat-pasrah kepada Tuhan yang meliputi seluruh alam semesta. Ajaran itu kemudian dibawakan oleh para nabi —yang umat manusia harus menerima semua mereka itu dan beriman kepada ajaran merekamenjadi agama. Al-islam universal inilah yang merupakan satu-satunya ajaran ketundukan atau din yang dibenarkan oleh Tuhan yang Maha Esa. Inti serta pangkal al-islam itu sepanjang masa ialah iman kepada Tuhan yang Maha Esa, yang dalam bahasa Arab disebut Allah —yang seperti sudah dijelaskan di muka berasal dari al-Ilah—yang berarti, Tuhan yang sebenarnya, yaitu Tuhan Yang Maha Esa.
| NF01346 | 297.51 HAL m | Available |
No other version available